Bagian dari Takdir

Dari
Abu Abdurrahman Abdullah bin Mas’ud radiallahuanhu beliau berkata :
Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam menyampaikan kepada kami dan
beliau adalah orang yang benar dan dibenarkan : Sesungguhnya setiap
kalian dikumpulkan penciptaannya di perut ibunya sebagai setetes mani
selama empat puluh hari, kemudian berubah menjadi setetes darah selama
empat puluh hari, kemudian menjadi segumpal daging selama empat puluh
hari. Kemudian diutus kepadanya seorang malaikat lalu ditiupkan padanya
ruh dan dia diperintahkan untuk menetapkan empat perkara : menetapkan
rizkinya, ajalnya, amalnya dan kecelakaan atau kebahagiaannya.
Demi
Allah yang tidak ada Ilah selain-Nya, sesungguhnya di antara kalian ada
yang melakukan perbuatan ahli surga hingga jarak antara dirinya dan
surga tinggal sehasta akan tetapi telah ditetapkan baginya ketentuan,
dia melakukan perbuatan ahli neraka maka masuklah dia ke dalam neraka.
sesungguhnya di antara kalian ada yang melakukan perbuatan ahli neraka
hingga jarak antara dirinya dan neraka tinggal sehasta akan tetapi telah
ditetapkan baginya ketentuan, dia melakukan perbuatan ahli surga  maka
masuklah dia ke dalam surga.

(Riwayat Bukhori dan Muslim)

Hadist di atas menjadi reminder untuk kita semua tentang seluruh takdir yang sudah Allah tuliskan untuk kita. Perihal rizki. Dapet nilai berapa, jodohnya siapa, dapet duit berapa, bisa makan atau gak. Semuanya sudah diatur. Perihal ajal, tentang expired date tiap manusia yang gabisa dimajuin atau pun dimundurin. Even situ bunuh diri, kalo belum datang ajalmu, ya gak bakalan mati. Perihal amal-amal kita. Perihal hal-hal baik dan buruk yang terjadi dalam hidup kita.

Kita perlu ingat bahwa tak semua area bisa kita kuasai, bisa kita kendalikan secara utuh. Ada banyaaaak sekali hal yang kita tak mampu berkehendak sekali pun kita sudah berikhtiar semaksimal mungkin.

Saya shock sampek gak ngerti kudu ngapain ketika Surat Tugas untuk ToT di Batam turun. Gak tanggung-tanggung, 3 minggu. Februari kemarin saya bahagia sekali karna punya banyak kesempatan untuk datang dalam berbagai majelis ilmu yang memang selama ini saya cari. Ndilalah majelis ilmunya berkelanjutan sampai Maret dan April. Saya kira semuanya akan lancar-lancar saja. Toh, saya tidak mengagendakan kunjungan industri atau mendampingin mahasiswa. Jadi, insya Allah bisa.

Qadarullah, saya yang ditunjuk untuk berangkat ke Batam. Gak sendirian sih, sama Mbak @deamahfudz dan dosen-dosen lain. Galau bukan main. Mati rasa. Mendadak homesick. Nano-nao lah ya.

Rasanya kayak apa?

Semacam negara api menyerang.

Saya gak terima karena plan yang udah saya susun rapiiih sekali macem disobek-sobek sama orang lain tanpa permisi. Ini menyebalkan. Tapi kemudian saya sadar.

This is part of Qadla Allah.

Lepas dari suka atau gak sukanya saya dengan hal ini. Ini adalah bagian dari takdir saya. Takdir kan bisa dalam bentuk apapun ya. Termasuk perihal mencelat ke Batam. Nah, sekarang pilihannya adalah tinggal mau dilakuin dengan sabar atau enggak.

Toh ya, hari ini bisa jadi saya nggondok gak karuan. Besok pas udah di Batam ketawa-ketawa. Kan kita gak pernah tau ya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s