Bahagia dalam Keimanan

“Lel, are you okay?”

“Hah? Maksudnya?”

“Gapapa, cuma mau nanya aja. Are you okay?”

“I’m fine.”

***

Cerita pagi ini sungguh mengingatkan saya pada kejadian sekian bulan yang lalu saat negara api baru saja menyerang. Palu diketuk dengan alasan yang amat tak masuk akal. Framing media sungguh berlebihan. Dan teman-teman saya yang tau di mana kaki ini berpijak bertanya dengan saaaangat hati-hati pada saya.

Saat itu kejengkelan luar biasa mengalir dalam diri saya. Saya sebal bukan main dengan beberapa pihak yang pun mengarang cerita tentang saya. Melebih-lebihkan yang terjadi. Tapi kemudian saya sadar. Untuk apa saya sibuk dengan dia? Bukankah ada urusan lain yang jauh lebih penting lagi?

Hari ini pun masih ada yang mempertanyakan demikian. Apakah saya dalam kondisi yang baik-baik saja?

Saya hanya bisa tersenyum.

“Aku bahagia dengan pilihan yang aku buat.”

Saya tak pernah sebahagia dan setenang ini sebelumnya. Saya bahagia dalam nikmatnya iman. Saya bahagia saat saya bisa sepenuhnya taat dan akan sebaliknya saat saya dipaksa untuk bermaksiat.

Hari ini saya mampu merasakan manisnya iman. Indahnya perjuangan dalam dakwah. Rindunya rahmat Allah yang jauh lebih besar dalam bentuk kemenangan Islam.

Ah, saya tak mampu menjelaskan dengan lebih indah bagaimana yang saya rasakan hari ini. Kamu harus merasakannya sendiri agar tau bagaimana yang saya rasakan. 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s