Bukan dengan Perasaan (3)

Dalam tulisan yang lalu, saya sudah sampaikan bahwa komponen berfikir itu ada 4, yaitu: otak, alat indera, fakta yang terindera, dan informasi yang sebelumnya. Keempat hal ini harus dapat dihubungkan antara satu dan yang lain agar menghasilkan suatu pemikiran. Sayangnya, alat indera dan otak manusia ini terbatas. Ada banyak sekali hal yang tak mampu dijangkau oleh akal manusia, seperti masa lalu dan masa depan, sesuatu yang ada di dasar laut, dalamnya bumi, termasuk keberadaan surga, neraka, dan Tuhan. Hal-hal ini yang kemudian kita kenal sebagai GHAIB.

Lalu bagaimana cara kita membuktikan kebenaran dari hal-hal yang ghaib  tadi?

Dalil. Bukti.

Inilah yang kemudian kita jadikan sebagai acuan untuk membenarkan keberadaan hal-hal yang ghaib tadi. Dalil atau bukti yang kita gunakan tentu saja bukan sembarangan. Dalil atau bukti yang ada harus memenuhi keempat syarat berfikir yang ada. Proses berfikir inilah yang disebut dengan berfikir tak langsung.

Bagaimana jika tak ada bukti atau dalil yang ditunjukkan?

Maka kita belum dikatakan berfikir. Hasil yang ada hanyalah terkaan, atau perasaan saja.

Contoh.

“Apakah stop kontak ini dialiri listrik?”

“Mmmmm… kayaknya ada deh.”

Jawaban ini yang menunjukkan bahwa orang yang menjawab tidak berfikir. Dia hanya menggunakan perasaan atau feelingnya saja untuk menyimpulkan tanpa dasar apapun yang menguatkan.

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, maka kita butuh bukti yang menguatkan bahwa memang benar di dalam stop kontak tersebut ada aliran listrik. Caranya, cek saja sambungannya. Terhubung atau tidak. Jika terhubung, cek menggunakan test pen (bentuknya seperti obeng minus, yang ketika ditancapkan pada salah satu lubang, akan menyala jika stop kontak tersebut teraliri listrik). Kita tak harus melihat aliran listrik secara langsung atau bahkan memegangnya untuk membuktikan kebenarannya.

Contoh lain,

Kebenaran dari masa kejayaan Islam memang tidak mampu kita indera secara langsung, tapi bukti-bukti sejarah yang ada hingga kini tak dapat menafikkan fakta yang pernah terjadi.

Pun dengan bagaimana cara kita meyakini keberadaan Tuhan. Kita memang tak mampu melihat ataupun mendengar Tuhan. Tapi ciptaannya saja sudah mampu menunjukkan bahwa keberadaan Tuhan itu memang benar-benar ada.

Saya suka dengan cara Rasulullah mencontohkan hal ini pada orang badui. Tentang keberadaan unta dan kotorannya.

“Bagaimana saya bisa meyakini adanya Allah  ketika saya tak mampu melihat maupun mendengar-Nya Ya Rasulullah?”

“Kalau ada kotoran unta, tentu ada untanya, jika ada bekas telapak kaki maka ada pejalannya, maka langit yang memiliki bintang-bintang, bumi yang memiliki jalan, lautan yang memiliki ombak-ombak, tidakkah itu menunjukkan adanya Allah?”

Bagaimana cara kita memastikan masa depan pun sama halnya, gunakan dalil untuk membuktikan. Contoh tentang keberadaan surga dan neraka. Kita tak pernah mampu melihat secara langsung memang. Tapi pun akan sangat keliru jika kita langsung memberikan statement demikian.

“Kayak yakin aja surga itu ada. Emang pernah kesana?”

Bukankah bukti-bukti keberadaannya ada dalam  Al Quran? Untuk meyakininya, kita tak perlu harus ke sana dulu, bukan? Cukup buktikan kebenaran Al Quran dengan segala hal yang mampu kita indera.

Memikirkan tentang jodoh pun demikian. Jodoh itu sesuatu yang ghaib. Pada dasarnya kita tak pernah tau secara pasti kapan datangnya, sudahkah orang di depan kita ini orang yang tepat atau tidak. Ini QADLA. Murni seluruhnya adalah kuasa Allah yang hari ini tak mampu kita pastikan. Layaknya kapan kepastian kita akan mati.

Tapi dalil syara’ (Al Quran, As Sunnah, Ijma’, dan Qiyas) yang ada yang menuntun kita bagaimana cara untuk menjemputnya. Bagaimana cara mempertimbangkannya. Bagaimana cara memilihnya. Bagaimana cara mengusahakannya.

***

Tulisan sebelumnya dapat dicek di sini:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s