Perjalanan Menuju Takwa

Ketika ditanya tentang tujuan hidup kita, kita sering bingung mau jawab apa. Bahkan ketika kita mampu menjawabnya, seringkali jawaban itu hanyalah pemanis bibir saja, tanpa ada keyakinan yang utuh dalam hati tentang apa sebenarnya tujuan hidup kita. Pertanyaan-pertanyaan itu kemudian terngiang di kepala kita, akal kita mencari kebenaran yang pun memuaskan hati. Pertanyaan-pertanyaan itu yang kemudian membuat kita memulai sebuah perjalan untuk mencari kemana kita harus melangkah.

Tapi bagaimanapun juga Allah itu Maha Memberi Petunjuk. Ada sekian banyak petunjuk yang silih berganti datang dalam hidup kita. Allah ingin kita menemukan tujuan hidup kita yang haqiqi. Sayangnya, kesombongan kita yang makin menjauhkan kita dari petunjuk-petunjuk itu. Sekian banyak petunjuk yang Allah kirim pada kita, tapi hanya sedikit sekali yang kita ambil, dan sebagian besarnya kita abaikan begitu saja. Padahal setiap hari, dalam sholat-sholat kita, kita tak pernah berhenti memohon petunjuk pada Allah.

“Ihdinash shirotol mustaqiim”

“Ya Allah, tunjukkanlah kami jalan lurus.”

Maka Allah datangkan kode-kode-Nya untuk membimbing kita pada jalan yang lurus.

“Hari Kamis ini, ada mabit loh, ikutan yuk.”

“Gak deh, aku ada acara.”

Padahal males.

“Besok dateng ya ke kajian muslimah.”

“Maaf ya, kalo weekend saya waktunya kumpul sama keluarga.”

Begitu seterusnya sampai negara api menyerang. Barangkali hanya dengan cara seperti itulah kita mau belajar Islam lebih dalam. Mau duduk di dalam majelis ilmu untuk mendengarkan tausiyah-tausiyah. Hingga akhirnya, kita sadar dosa-dosa kita, kita sembuhkan dengan taubat, kita obati luka-luka itu dengan cara Allah. Kemudian ketika luka itu sembuh, avatar menang, kita kembali lagi pada kesenangan kita. Kita lupa lagi. Kita enggan lagi mencari petunjuk Allah. Kita malas lagi mengkaji Islam.

“Ah, sudah cukup ilmuku untuk menjalani hidup.”

Begitu seterusnya.

Kita sering tidak menyadari tentang putaran 12 bulan yang Allah berikan pada kita untuk semakin meningkatkan ketakwaan kita. Allah datangkan Ramadhan untuk menjadikan kita lebih bertakwa. Allah jadikan bulan-bulan sesudahnya sebagai ujian takwa, sudahkah kita sepenuhnya kembali pada fitrah kita yang sesungguhnya. Sayangnya, tak semua orang mampu sukses menjalani ujian takwa tersebut. Tapi Allah Maha Baik. Allah datangkan kembali kesempatan kedua, ketiga, dst dengan Allah datangkan kembali Ramadhan di tahun-tahun berikutnya kepada kita. Kembali lagi, semuanya tak sepenuhnya mampu mengubah kita.

Pada akhirnya, karena doa-doa kita, doa-doa orang lain yang selalu mendoakan kebaikan untuk kita. Kebaikan itu Allah hadirkan dalam kita, membulatkan keinginan kita untuk berubah menjadi baik, hijrah. Tapi perjalanan tentu tak lagi sama. Kemudahan dan kesulitan datang silih berganti. Tak jarang semua ujian itu membuat kita menangis, membuat kita ingin kembali pada masa lalu kita yang tampak jauh lebih menyenangkan. Sayangnya, kebenaran yang ditangkap oleh akal ini, menolak semua itu dan meminta kita untuk bertahan sekuat tenaga.

Tak mudah menjadi istiqomah dalam perubahan menuju takwa. Tak mudah menempa diri untuk menjadi baik.

Tak mudah, ketika balasan yang dijanjikan pun sangat istimewa.

Surga.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s