Tentang Aurat

Ini tentang post “Dengkulmu, Auratmu”. Ini klarifikasi aja sih, supaya lebih detail.

Seperti yang saya tulis dalam tulisan barusan, ada batasan aurat untuk laki-laki dan perempuan yang keduanya berbeda. Untuk laki-laki hanya area antara pusar dan lutut. Sedangkan, untuk perempuan seluruh tubuhnya kecuali muka dan telapak tangan.

Mengenai batasan aurat laki-laki, ada perbedaan pendapat ulama mengenai hal ini. Ada yang bersepakat bahwa hanya di antara keduanya, sedangkan area lutut dan pusar sendiri tidak termasuk aurat. Terserah mau ambil yang mana. Selama ada dalilnya, maka sah-sah saja.

Tulisan tadi muncul karna banyaknya model fashion celana pendek untuk laki-laki yang digunakan tidak hanya saat mereka berolahraga. Sayangnya, model celana ini selalu menunjukkan batas area (yang tidak diperdebatkan ulama) yang seharusnya tidak boleh terlihat oleh non mahram ketika mereka sedang duduk. Akhirnya, tersingkaplah auratnya.

Pakaian-pakaian olahraga yang biasa digunakan pun demikian juga. Sudah jadi pemandangan umum ketika laki-laki berolahraga pahanya kemana-mana. Jika lutut batas auratnya, kenapa paha sampai kelihatan?

Itu kalo sepak bola, kalo pakaian lari, lebih tinggi lagi, pakaian renang malah lebih mirip celana dalam.

Tulisan tadi sebetulnya saya tulis untuk mengingatkan, termasuk diri saya sendiri, agar lebih aware terhadap aurat ini. Kalau lakik, ya auratnya sendiri dijaga. Kalau perempuan, tolong ingatkan mahram masing-masing untuk menutup hati-hati dengan aurat mereka.

Kedua, tulisan ini juga sebagai pengingat tentang sekulerisme sudah amat merebak di mana-mana tanpa kita sadari. Kita mudah untuk taat secara sempurna saat akan sholat, haji, zakat, puasa. Kita mau ketika menghadap Allah tidak dengan pakaian yang layak, aurat terbuka sedikit kita sudah gelisah. Tapi setelah sholat, lain cerita. Padahal, Allah melihat kita kapan pun dan dimana pun. Malaikat di kanan kiri juga selalu mencatat amal-amal kita tanpa libur.

Ketiga, saya memang ngasi judul dengkul biar asyik aja. Tapi maksud saya gak cuma fokus di dengkul sih. Hehehe.. Karna ternyata celengan berjalan juga masih ada di jaman now. Tau maksudnya celengan kan ya? Kalau gatau boleh message saya. Intinya, saya bahas aurat laki-laki. Gitu aja.

Semoga membantu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s