Setiap kali Ibuk bersyukur punya anak seperti saya yang dianggapnya baik, saya sedih.

Sedih karna tak sebaik apa yang Ibuk pikirkan.

Ada rahasia besar yang bahkan tak sanggup saya ungkapkan pada siapa pun. Terlalu malu untuk mengakui dosa tersebut, hingga cukup Allah dan saya yang tau.

Ada rahasia besar yang bahkan sering menghantui saya, tentang sebuah kesalahan besar di masa lalu yang bahkan tak sanggup saya ungkapkan.

Ah, andai saja aib itu beraroma, maka sungguh tak ada orang yang mau dekat dengan saya.

Tapi Allah tutup segala aib yang saya miliki. Allah yang menjadikan mereka mudah memaafkan kesalahan saya di masa lalu. Allah yang membantu saya untuk menemukan jalan untuk sembuh dari kemaksiatan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s