Sombong

Kita sama-sama tau lah ya sombong itu kayak gimana. Tapi tau gak kalo kesombongan yang paling parah itu adalah ketika kita enggan untuk taat pada Allah.

Okay, kita sama-sama introspeksi diri aja. Perintah mana yang kita ingkari? Perintah mana yang Allah minta kita lakukan tapi susaaaah sekali dilakukan, sekali pun kita tau hukumnya?

Mari berubah. 🙂

Tentang sombong,

Kita tau ya ceritanya Nabi Adam setelah diciptakan gimana. Malaikat dan iblis diminta untuk tunduk dan bersujud kepada Adam.

Malaikat protes.

“Ya Allah, saya ini setiap saat selalu berdzikir kepada-Mu. Sedangkan manusia yang Engkau ciptakan senang berbuat kerusakan. Kenapa Engkau minta saya sujud padanya?”

“Kalo kamu lebih tau segala hal, cobalah kamu sebutkan nama-nama benda.”

Trus malaikat diem aja. Trus Adam yang diminta nyebutkan. Trus dia bisa. Karna Allah yang kasih tau semuanya.

*kurang lebih begitu lah ya, detailnya silahkan buka Quran masing-masing.*

Pasca protes dan sadar diri, malaikat mau bersujud ke Nabi Adam. Sedangkan Iblis gamau mau beneran.

“Aku ini engkau ciptakan dari api, dia itu dari tanah. Gamau.”

Sebenernya Allah juga gak butuh sih si iblis tadi sujud ke Adam atau nggak. Gak ngefek juga. Tapi itu ujian dari Allah, mau gak dia taat. Ternyata enggak. Iblis diliputi kesombongan yang luar biasa sejak dia menolak untuk taat.

Gue gak lagi nyamain orang-orang yang sombong dengan iblis juga sih. Gak gitu. Tapi mari kita ambil ibrahnya.

Iblis itu sehari aja taat pada Allah, udah sama dengan 1000 tahunnya manusia beribadah kepada Allah. Dan sebelum ada Adam, we know that iblis itu mau taat sama Allah. Dia cuma gamau sujud. Dan wussh.. Ibadah ribuan tahun dunia itu ilang gitu aja.

Kita pun juga gitu. Ibarat gelas ya, sombong itu tutup gelas. Gelas yang dibuka akan mudah dimasuki apaaaa saja, mau kertas, mau air, mau bolpen, bisa lah ya masuk. Tapi kalo udah ditutup? Jangankan air yang bentuknya cair, yang keras macem pisau aja gabisa masuk kok.

Maka, hati-hatilah dengan sifat ini.

Sombong itu bisa menutupi hati kita dari hidayah. Tau kan gimana selanjutnya kalo gak dapet hidayah. Ya gini-gini aja hidupnya, maksiaat mulu. Gamau taat mulu. Susah diubah.

Jadi, misal mau hidup bahagia dunia akhirat, tau kan jawabannya?

Taat.

Taat ini ke semua aturannya Allah. Gak yang enak-enak aja, gak yang kita suka-suka aja.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s