Islam yang Dulu dan Sekarang

“Jilbab itu wajib untuk muslimah.”

“Itu kan pakaiannya orang Arab, begitu karna dulunya Rasulullah dari Arab, sekarang ya nggak lah. Mestinya yang dijilbabin hatinya dulu.”

**

“Riba itu haram.”

“Dulu sih mudah, ketika dinar dan dirham masih jadi mata uang. Sekarang jaman konvensional men, semua serba elektrik. Yakali apa-apa riba, dikit-dikit haram.”

**

“Cara terbaik untuk memuliakan cinta adalah dengan menikah, bukan pacaran.”

“Itu kan dulu, jaman rasulullah orangnya sholih-sholih. Kalo sekarang ya susah lah. Pacaran itu untuk mengenal calon pasangan. Kalo gak pacaran dulu malah kayak beli kucing dalam karung.”

***

Saya hanya menyebutkan beberapa contoh yang sekiranya umum diungkapkan di masyarakat hari ini ketika ada yang menyampaikan Islam. Aturan Islam kemudian ditawar dengan metode cocoklogi yang didasarkan pada suka atau tidak suka, cocok atau tidak. Bukan atas bagaimana Al Quran dan As Sunnah menghukumi suatu perkara.

Apa yang terjadi?

Ya macem yang kita lihat. Sudah tau tatto dilarang, masih digunakan. Dalihnya, “kan masih sholat. Masoh mending dia tattoan tapi baik, dari pada gak tattoan tapi hobi korupsi.”

Dear, jangan membandingkan yang buruk dengan yang buruk. Karena sudah jelas tidak ada yang lebih baik di antara keduanya.

Hukum syara’ dari suatu perkara insya Allah akan tetap sama selama yang diacu pun sama. Memang ada beberapa perkara yang memungkinkan berbeda, yaitu perkara-perkara yang ada dalam lingkup ijtihat. Itu memang bisa berbeda. Selama ada dalil yang digunakan. Silahkan saja.

Beberapa pengambilan hukum syara’ hari ini akan banyak sekali bersinggungan dengan perasaan karna naluri yang dimiliki oleh manusia itu sendiri. Ketika hukum syara’itu disampaikan sudah jelas ada yang suka dan tidak suka. Tapi selanjutnya bagaimana tindakan kita dalam menindaklanjuti hukum itu yang lebih penting. Mengendalikan perasaan di bawah kendali akal agar tetap taat dengan syara’. Bukan menunda taat karna perasaan yang belum siap.

Satu hal yang perlu diketahui dan terus diingat. Ketika kita sudah mengetahui suatu hukum, maka wajib untuk melaksanakannya. Yang wajib dan sunnah dilakukan, yang haram dan makruh dihindari, sedangkan yang mubah dipilih-pilih.

Islam itu rahmat untuk semua alam. Ketika semua aturan diterapkan dengan apik. Ketika semua orang berusaha sepenuhnya untuk taat dan tidak meremehkan dosa. Tidak akan ada aturan yang merugikan satu sama lain. Justru yang ada adalah menyelesaikan masalah-masalah yang ada di tengah-tengah ummat.

Islam yang Dulu dan Sekarang tetap sama. Selama yang dijadikan acuan adalah kitab yang sama, yaitu Al Quran. Kalo dibandingkan sama kitab-kita sebelumnya ya lain cerita.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s