Sebutir Biji Kurma

Rasulullah pernah bersabda, “bahkan ketika kamu hampir mati dan menggenggam sebiji kurma, kamu tetap harus menanamnya.”

Kalau sekarang mungkin kita bakal mikir, ngapain nanem biji kurma. Toh belum tenti juga kita nikmati buahnya karna ajal yang keburu memanggil. Ngapain gitu meski repot-repot?

Ternyata Rasulullah ingin kita untuk terus melakukan kebaikan sekali pun kita tidak akan sempat merasakan nikmatnya kebaikan yang kita tebarkan.

Seperti halnya biji kurma yang kita tanam. Meski hanya sebutir biji kurma, suatu saat biji itu akan tumbuh menjadi pohon yang meneduhkan sekitarnya dan memberikan biji kurma agar dapat dinikmati siapa saja yang menginginkannya. Bukan kita yang menikmatinya, orang lain yang merasakannya. Tapi pahala dari menanam sebutir biji kurma yang kemudian buahnya dapat dinikmati oleh siapa saja ini yang kemudian menjadi amal jariyah yang tak akan pernah terputus.

Bila ada kebaikan di tanganmu, jangan menunggu sempurna untuk menyampaikannya. Sampaikan saja untuk mencegah bertambahnya duplikat dirimu yang tak sempurna itu, sembari kamu terus memperbaiki diri. Sampaikan saja walau satu ayat. 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s