Assalamualaikum Mba Dea, saya begitu terpukau membaca tulisan mba. Sayangnya, hingga saat ini ada berbagai kegelisahan yang saya harapkan dapat mba jernihkan. Hingga kini saya masih percaya apada Islam sebagai ajaran yang memperlakukan kebaikan bagi umatnya dan bukan umatnya. Namun, bagamana pula dengan binatang? Mengapa anjing digolongkan begitu parahnya di ajaran Islam hingga disentuhpun dilarang. Bahkan, kabarnya kehadirannya didalam suatu rumah mengusir hadirnya malaikat. Bagaimanakah Mba?

deamahfudz:

Wa’alaikumussalam. Nggak semuanya kayak gitu juga kok. Madzhab syafi’i memang menajiskan seluruh badan anjing. Tapi saya sebagai penganut madzhab ini juga ga pernah mukul anjing. Emang ga berani melihara juga sih. Ngerawatnya riweuh soalnya kalo sampe nyentuh harus cuci tangan 7x satukalinya dicampur tanah.

Kamu perlu search kisah anjing di turki yang bermadzhab hanafi (cek tumblrnya kang @herricahyadi ). Di sana anjingnya gemuk-gemuk dan bebas geletakan di pinggir jalan soalnya orang turki suka ngasih makan anjing2 tsb.

Anjing memang najis sih ya. Tapi bukan berarti Islam menganggapnya rendah. Misal dianggap rendaaaaah banget, ngapain juga di Al Quran diceritain? Inget kisah manusia gua yang tidur selama ratusan tahun? Itu kan sama anjingnya.

Ini tinggal gimana nyikapinnya aja.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s