The Hardest Part

Saya gak ngerti kenapa pulang belakangan justru jadi hal yang paling tidak dirindukan. Kecuali memang lagi pingin pulang.

Ada part yang saya harus meluruskan sesuatu ke orang yang maunya didengar saja. Ada part saya harus menerima judgement lalala dari orang yang justru saya harapkan dukungannya. Ada part saya harus memenuhi kewajiban dengan tetap hadir di tengah-tengah mereka.

“Coba deh Lel, kamu naruh buku.”

Saya cuma berharap mereka dapat input yang utuh, sekalipun tidak dari saya. Kalau pun harus banget dari saya, semoga aja dikasih kekuatan. Aamiin…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s