Tentang Gak Boleh Suudzon

Oya, tentang metode merit order tadi. Metode ini akhirnya udah mulai gak dipelajarin lagi di kampus (maksudnya gak jadi main topic) karena rencana kebijakan penghapusan monopoli PLN tadi gajadi dilakuin. Alhamdulillahnya gitu. Listrik negara masih dikuasai oleh perusahaan listrik negara.

Tapi kita juga perlu sadar diri kalo PLN ini masalahnya banyak. Indonesia itu negara kepulauan yang sebagaian besar daerahnya belum teraliri listrik. We don’t habe to be Pengajar Muda buat tau masalah ginian btw. Masalah listrik yang tidak terjangkau di pelosok. Masalah pendidikan yang gak merata (bahkan gue pernah nemu sekolah yang notabene hampir roboh di wilayah SURABAYA, surabaya loh ini, surabaya. Lo bisa bayangin daerah lain yang lebih gak ngetrend dari surabaya yang bahkan kita gatau itu tempatnya di mana di peta). Dan memikirkan gimana solusinya. Ya kan?

Ibaratnya gini. Kamu gak perlu nyobain racun dulu kan buat buktiin kalo sesuatu itu beracun. Kamu bisa ngelakuin riset tentang kandungan-kandungan di dalam benda itu. Misal ada zat beracun, ya udah gak usah diicip juga. Nyawanya manusia cuma 1 loh. Inget.

Tentang listrik, tentang microgrid (jaringan listrik tegangan rendah yang disuplai beberapa generator daya kecil, baik yang renewable source maupun yang bukan macem diesel generator, sama baterai), ini bisa dioperasikan dalam 2 mode. Mode pertama dihubungin ke jaringannya PLN. Mode yang kedua dia berdiri sendiri. Jaringan listriknya disuplai sendiri tanpa jaringan PLN sama sekali.

Gue tertarik sama riset ini sejak 2014 lalu. Dari tugas salah satu mata kuliah di S2. Trus lanjut jadi thesis. Dan sampai hari ini gue masih belum bisa move on. Why? Belum terimplementasi. Gue gatau hasilnya in real project gimana.

Kenapa gak diimplementasikan, Lel?

Misal gue bisa cetak duit sendiri, insya Allah bakal gue terapin. Minimal di area sukolilo (temlat tinggal sekarang) sama di kedung kandang (kampung gue). Tapi masalahnya butuh dana yang super besar untuk investasi dan riset baterainya tadi. Bisa ratus sampai milyaran.

Alasan mulai riset ini karna gue berharaaaaap banget riset ini bisa dijadiin solusi untuk listrik-listrik di area yang susah listrik karena susahnya jaringan PLN masuk sana (ini efek kontur daerah yang berliku-liku, banyak hutannya, banyak gunungnya, dll, pasang kabel yang membentang sehitu jauhnya itu mahal, trus juga gak efektif karna kabel yang gedhe nan panjang tadi juga “makan” listrik). Makanya, tahun lalu temen gue hubungin gue, nanya-nanya masalah ini juga karna riset gue itu. TA sama thesis gue topiknya beririsan kok. Bahas pengaturan energi, di TA liat dari sisi efisiensi daya, di thesis liat dari sisi ekonomisnya.

Jadi, kalo sekarang gue udah jadi dosen. Kira-kira berapa taun gue neliti ini? Pas ngerjain thesia gue juga udah hampir ngelirik sumber tenaga listrik terbarukan lain macem arus laut dan gelombang air laut. Tapi karna sumbernya belum fix, belum bener-bener jadi daya. Itu gue abaikan dulu. Gue pakai renewable energy source yang paaaaliiing reliable, yaitu tenaga surya. Indonesia daerah khatulistiwa meeen. Ya kali kurang tenaga matahari.

Gue belum sentuh area forecastnya sih. Kalo sampai sana, pasti mantep banget. Tapi ini peluang. Peluang untuk sebuah solusi.

Daaan bukan cuma gue yang kasih solusi ginian. Microgrid pernah bener-bener diimplementasikan sebagai karya disertasi mahasiswa doktoral elektro ITS di salah satu GI di jogja.

Yang disayangkan adalah kebijakan pemerintah ini gak nengok sama sekali sama hasil riset kampus. Itu solusi loh. Kamu pasang kabel jaringan distribusi sepenjang itu makan biaya besar kan? Misal biayanya ditambahin dikit dan bikin microgrid buat daerah-daerah terpencil kan bisa? Tetep ya kudu ada main controlnya dari PLN. Wwwwhhhyyyyy????

Trus sekarang subsidi dicabut. Situ sih gamau pake tenaga surya aja yang free. Maunya pale diesel yang butuh BBM.

Trus kemarin pas workshop, pembicaranya bilang kalo mostly kita ini import minyak dari Singapore. Gils. Indonesia. Kamu sudah bankrut kah?

Duh yaaa… Kalo bahas ini mesti langsung sedih. Ya moga lah, ntar dapet duit jatoh, dapat human resource juga yang bantuin mikir.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s