Gak Boleh Suudzon

TDL naik. Harganya naik, tapi katanya gak naik. Ini macem ibuk yang masak batu buat anak-anaknya dijaman Umar bin Khatab cuka buat nenangin anak-anaknya yang lagi laper.

Menurut gue sih gitu.

Well, niatnya sih ngasah bacaan lagi. Udah lama kan ya gak baca paper. Tapi malah bikin suudzon sama kondisi hari ini. Mbuh kenapa tiba-tiba jadi inget penjelasannya Pak Adi tentang merit order (penggunaan pembangkit dengan biaya paling murah untuk mensuplai demand, impact losses jangan ditanyain dulu yee… Yang penting pembangkitnya murah dulu). Merit order ini mulai diajarin di kampus karna waktu itu menyesuaikan dengan rencana kebijakan menghapuskan monopoli listrik yang saat ini dikuasai oleh PLN.

Monopoli itu keliatannya serakah, tapi kalo yang monopoli pemerintah dan digunakan untuk rakyat kan gapapa. Lain cerita kalau asing yang memonopoli. Rakyat makin diperes, pemerintah juga, asingnya makin gemuk.

Paper yang lagi saya bikin reportnya ini bahas tentang pengaturan listrik di skala jaringan distribusi yang biasa dikenal dengan microgrid. Kebetulan papernya orang luar yang kebetulan juga di luar negeri listriknya gak di monopoli lagi, tapi dibagi-bagi semua perusahaan listrik yang yang ada di sana. Ya pemerintah, ya swasta. Mereka kasih aturan “buy low, sell high” ke sistemnya dia. Jadi penjualan dan pembelian listrik ini berdasarkan hasil forecast. Kalo hasilnya murah, dibeli lah sebanyak-banyaknya. Kalo mahal, dijual lah sebanyak-banyaknya.

Saya jadi inget penyebab utama cabe mahal hari ini ya mirip gitu. Jadi pas harganya murah, mereka beli banyak trus disimpen. Tapi pas mahal, mereka jual buanyaaak. Sayangnya, petani cabe gak ngerasain kipas-kipas duitnya. Yang merasakan gimana enaknya kipasan pake duit justru tengkulaknya.

Oke, balik ke listrik tadi ya. Impact dari penerapan sistem itu jelas. Kenaikan harga listrik yang bisa makin gak karuan-karuan itu untuk yang listriknya beli terus. Beda lagi sama konsumen yang pun juga bisa menyediakan listrik.

Tahun lalu saya pernah dihubungi sama temen yang kerja di kementrian ESDM yang katanya mereka lagi riset buat aplikasiin solar panel untuk konsumen listrik Indonesia. Tapi kalo saya ngobrol sama temen yang kerja di PLN, mereka bilang itu ngawur. Trus cerita kalo kebijakan antara 2 lembaga itu sering gak sinkron. Wew.

Kalo dipikir-pikir lagi ya ada benernya. Gak selalu penggunaan renewable source untuk rumah-rumah ini baik, kecuali masing-masing rumah dikasih subsidi buat install photovoltaic system (sumber tenaga listrik yang dari sinar matahari). Soalnya mehong seus. Satu rumah mana cukup dipasangin 100WP. Itu cuma reliable kalo isinya lampu doang. Itu pun lampu LED yang harga satuannya mahal banget. Tapi hemat daya dan awet.

Dengan harga investasi awal sistem ini yang mahaaal banget, belum lagi impact dari baterai yang lifetimenya pendek. Akhirnya kan yang bisa pasang cuma orang-orang tajir aja. Jadi kalo suami istri kerjanya PNS, karyawan biasa, apalagi wiraswasta yang masih berkembang, ya agak gak mampu buat gitu. Itu mahal loh. Mahaaaaal banget. Asli. Emang sih, kalo dayanya lebih bisa dijual ke PLN. Tapi yakin? Perusahaan mana mau beli mulu, ruginlah dia. Gaji karyawannya pake apa coba?

Gue agak takut sistem ini diimplementasikan asli. Hari ini aja listrik udah naik gak karu-karuan yang katanya, “gak naik kok” -_-“

Apalagi kalo listriknya dibagi-bagi.

Saya agak kasian sama Indonesia yang seakan-akan ini muiskiiiiin banget. Hutang banyak, apa-apa kudu import. Padahal lo ya negeri ini kaya SDA. Itu lari kemana coba? Asing lagi? Atau ke aseng?

Ini efek utang sih. Jadi macem kacung di negeri sendiri. Mana bunganya buanyak pula. Mana utangnya ribuan trilyun pula.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s