Ramadhan #17: Pertolongan Allah

Ini adalah salah satu kisah yang terjadi pada masa kekhilafahan Bani Abasiyah. Saat itu pasukan dari Abasiyah ini gak pernah memenangkan perang dalam sepanjang tahun. Tiap perang mereka kalah. Perang lagi, kalah lagi. Sadar akan hal itu, panglima perang ini kemudian mulai mengevaluasi pasukannya untuk mengetahui kenapa pertolongan Allah ini belum juga datang.

“Wahai prajurit adakah di antara kalian yang tidak menunaikan kewajiban kalian?”
“Tidak ada, Panglima.”

Jadi gitu pas masa daulah. Orang-orangnya pada beriman karena memang suasanya sangat amat mendukung dan memudahkan orang untuk beribadah. Pas ada yang gak beres dengan ikhtiarnya yang udah maksimal ini, mereka gak nyalahin Allah, tapi muhasabah diri, kenapa pertolongan Allah yang pasti datang itu gak turun-turun.

“Apa ada yang meninggalkan amalan sunnah, seperti sholat malam?”
“Tidak ada, Panglima.”
“Sholat rawatibnya bagaimana?”
“Kami masih menjalankannya, Panglima.”

Panglimanya makin bingung. Ikhtiar sudah dilakukan. Ibadah-ibadah yang dilakukan untuk terus berdoa memohon pertolongan Allah juha udah dilakukan. Tapi faktanya kok lain. Kebingungan ini juga dirasakan oleh pasukan mereka. Mereka pun sama-sama mencari celah dari usaha mana yang belum dilakukan mereka. Hingga seorang prajurit menyadari sesuatu.

“Panglima, saya tau apa yang sudah kita tinggalkan selama ini.”
“Apa itu?”
“Kita sudah meninggalkan sunnah bersiwak.”

Kalo kita yang jadi Panglimanya paling-paling kita ngeremehin sunnah sekecil ini. Apaan sih, cuma siwakan doang. Tapi tidak dengannya. Mereka gak pilih-pilih amalan sunnah, sekecil apapun kalo rasul nyontohin ya sebisa mungkin dilakuin. Kita mungkin justru sebaliknya, “sunnah kan? Brarti gapapa gak dilakuin.” Tapi kalo yang makruh atau mubah justru semangat sekali dilakukan dengan dalih, “ya kan memang gak dilarang.”

Balik ke cerita panglima tadi. Pasukan kemudian diperintahkan untuk menebang pohon yang biasa digunakan untuk membuat siwak. Seluruh pasukan dibagikan satu persatu siwak dan atas komandonya pasukan diperintahkan untuk bersiwak berjamaah. Agak konyol, but it happens.

Kebetulan sekali ketika mereka bersiwak, mata-mata dari musuh ini ngelihat kejadian itu tiba-tiba jadi takut sendiri dan lari ke pasukannya untuk melaporkan hal itu ke pemimpinnya.

“Gawat Panglima, pasukan muslimin sedang mengasah giginya. Mereka ingin membunuh kita semua dengan giginya. Kita mau dimakan oleh mereka.”
“APAAA??!!”
“Aku melihatnya sendiri, Panglima. Mereka dikomandoi untuk bersama-sama mengasah gigi mereka. Apa yang harus kita lakukan Panglima? Pedang mereka saja sudah cukup ganas. Kini mereka akan menggunakan giginya pula.”

Ini lucu tapi beneran terjadi. Panglima pasukan musuh kemudian memimpin pasukannya untuk mundur setelah tau berita itu dan kaum muslimin pun kemudian mendapatkan kemenangan bahkan tanpa berperang atas pertolongan dari Allah.

***

Kasus yang macem-macem tentang pertolongan Allah itu pasti pernah kita rasakan sendiri. Tiba-tiba saja Allah memudahkan langkah kita hanya karena amalan kecil yang sudah dilakukan. Pernah juga kita udah usaha setengah mati, tapi kok ya pertolongan Allah ini gak dateng-dateng.

Hari ini kita sama-sama mengharapkan pertolongan Allah agar dimudahkan untuk berislam yang kaffah, mudah melakukan amal sholih. Baik yang amar ma’ruf, maupun yang nahi munkar. Pinginnya semuanya mudah. Pertolongan Allah sebenernua juga sudah pasti kapan datangnya. Tapi kan kita gatau nih kapan dia datang. Makanya, kita perlu banget terus muhasabah diri dan melakukan ikhtiar terbaik agar pertolongan Allah ini cepet datengnya.

Kita juga perlu sadar diri dengan kualitas kita. Jangan-jangan pertolongan Allah gak dateng-dateng gara-gara gue masih suka cheating maksiat. Atau jangan-jangan karna gue terlalu sibuk sama yang mubah-mubah sampai yang sunnah-sunnah gak dikerjain.

Yuk, cek lagi porsi amalan kita. Yang wajib jelas gak perlu ditanya. Yang sunnah sama mubah, banyakan mana yang dikerjain, banyakan mana yang udah diusahain? Jangan-jangan banyakan mubahnya dari pada sunnahnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s