Ramadhan #16: Kekuatan Super

Logikanya ya, ketika orang lagi puasa itu orang punya tenaga yang lebih sedikit dibanding bulan-bulan yang lain karena asupan makanan yang udah keserep sama tubuh duluan sebelum waktu buka puasa tiba. Tapi faktanya ada banyak orang yang seakan-akan punya tenaga super yang bisa tetap berjuang di dalam Islam.

Ramadhan ternyata bukan hanya bulan tempat turunnya Al Quran yang pertama kali. Ada beberapa kisah dalam sejarah yang menyatakan ada perjuangan besar kaum muslimin di bulan ini. Perang Badar Kubra misalnya, atau perang yang digawangi Sholahuddin Al Ayubi. Semua terjadi di bulan ramadhan. Kok bisa? Kok bisa punya tenaga segedhe itu?

Ada kisah nyata tentang seorang mahasiswa kampus mesir yang ikut sholat isya’ dan tarawih berjamaah di suatu masjid. Dia ini agak shock ketika di rakaat pertama imam memimpin jama’ahnya dengan Q.S. Al Baqarah full, gak pake diskon. Bayangin, hampir 3 juz di satu rakaat pertama aja. Di raka’at yang kedua dilanjut ke surat berikutnya, yaitu Q.S. Ali Imran full juga. Mahasiswa ini heran dengan pemandangan jama’ah yang ada di masjid itu. Tidak semuanya pemuda yang masih sangat kuat untuk berdiri lama. Bahkan banyak orang-orang tua yang menjadi jama’ah sholat tersebut. Tapi gak ada tuh ceritanya kaki mereka gerak-gerak karna capek.

Usai sholat, mahasiswa ini tanya kepada salah seorang kakek.

“Kakek, apakah kakek tidak lelah?”
“Tidak.”
“Apakah kakek bisa Bahasa Arab?”
“Tidak.”
“Apa kakek mengerti bahasa Arab?”
“Tidak juga.”

Ini aneh banget bagi mahasiswa tadi. Gimana caranya orang yang gak ngerti bahasa arab sama sekali bisa sekhusyuk itu ikutin imam yang bacain Al Baqarah dan Ali Imran full version di 2 rakaat pertamanya. Sedangkan dia yang ngerti bahasa arab aja ngerasa capek. Pemuda yang penasaran ini pun bertanya.

“Apa yang membuat kakek punya tenaga untuk bisa mengikuti imam. Padahal kakek paham bahasa arab saja tidak. Sedangkan saya yang mengerti apa yang diucapkan imam tidak merasa demikian.”
“Itu karena kamu menggunakan tenagamu untuk sholat, sedangkan aku menggunakan imanku untuk sholat.”

Jleb.

Kisah ini mungkin hanya satu di antara kisah nyata lain tentang bagaimana iman bisa menggerakkan langkah seseorang untuk beramal sholih jauh lebih banyak. Iman yang kemudian menghapus segala lelah di pundaknya. Iman yang kemudian membuatnya tak merasakan sakit ketika dia melakukan amal sholih yang menurut sebagian orang adalah hal yang berat.

Jadi jelas dari mana kekuatan kaum muslimin itu datang saat perang badar kubra itu. Dari mana kekuatan pasukan Sholahudin Al Ayubi itu datang. Semua datang atas dorongan iman. Karena iman, nyawa bisa saja dikorbankan. Karena iman, seorang ibu rela kehilangan anaknya saat Sang anak izin untuk pergi berjihad. Karena iman, tebasan pedang terasa nikmat bagi mereka.

Nikmatnya amal sholih ini baru akan terasa ketika kita menghadirkan ruh kita saat melakukannya. Kita hadirkan Allah saat menjalankannya. Jika tidak, seluruh amal sholih ini hanya akan menjadi ceremonial saja, yang kemudian hilang tanpa bekas setelah itu dilakukan.

Semoga di bulan yang penuh berkah ini Allah memudahkan langkah kita untuk melakukan serangkaian amal sholih atas dorongan iman kita. Semoga Allah dapat menguatkan hati kita untuk tidak kalah dengan rasa malas yang mulai datang di pertengahan bulan. Semoga keberkahan bulan ini senantiasa mampu kita raih. Aamiin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s