redhive23:

Iman itu ibarat gelombang sinus. Kadang naik, kadang turun. Kadang rajin banget ibadah, kadang buat shalat wajib aja malesnya subhanallah.

Gelombang itu juga punya fase negatif dan positif, sama kayak iman. Kalau sedang di fase positif, berarti iman kita sedang baik. Tapi kalau masuk fase negatif, harus sering-sering muhasabah ini. Bisa jadi terlalu mengikuti nafsu hingga akhirnya jatuh pada hal-hal yang terlarang. Maka dari itu kita perlu penyearah, agar iman selalu berada di fase positif. Penyearahnya tentu berupa pedoman hidup, al-quran dan as-sunnah. Kalau setiap perbuatan sudah disearahkan, iman bakal aman lah.

Tapi kalau gelombang sekedar disearahin aja, ya tetep ada naik turunnya. Maka dari itu, ada yang namanya kapasitor yang siap buat naikin iman kalau lagi turun. Kapasitor iman yang paling sederhana itu saudara yang selalu menasehati. Kan asik kalau tiap kita lalai, ada orang yang selalu mengingatkan. Kalau lagi futur, bisa jadi penyemangat iman. Semakin baik kapasitornya, maka gelombang yang dihasilkan bakal lebih baik.

Yak mari membenahi iman, dan perbanyak kapasitornya. Semangat ber-ramadhan.

Dear @redhive23, barangkali perlu direvisi sedikit tentang imannya. Bukan iman yang naik turun tapi suasana keimanannya.

Bila imannya yang naik turun, bila imannya seperti gelombang sinusoidal, tentu kita sudah jadi kafir saat iman ini turun atau bahkan dalam fase negatif. Insya Allah, mereka yang sedang berproses tetap dalam keimanannya. Mereka yang masih Islam masih punya iman. Hanya suasananya saja yang berbeda-beda. Suasana dari keimanan kita yang kemudian memberikan dorongan untuk melakukan amal sholih atau justru melakukan segala bentuk kemubahan yang sering kali melenakan.

Sekedar intermezzo saja..

“Rukun iman ada berapa?”

“Enaaam…”

“Kurang satu tinggal apa?”

“limaaa..”

“Salah, kurang satu jadi kafir.”

Kita bisa kembali kroscek ke ayat-ayat Al Quran tentang candaan tadi. Disebut apakah orang yang tidak beriman kepada Allah? Disebut apakah orang yang tidak beriman kepada Rasul-rasul-Nya? Disebut apakah orang yang tidak beriman kepada kitab suci-Nya? Disebut apakah orang yang tidak beriman kepada malaikatnya? Disebut apakah orang yang tidak beriman pada hafi akhir? Disebut apakah orang yang tidak beriman pada takdir Allah?

Sekiranya dek @redhive23 mampu menjawab sendiri keenam jawaban tersebut.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s