Bom Waktu

Masalah yang disimpan terus menerus tanpa pernah sempat untuk diutarakan bagaimana penyelesaiannya atau bagaimana memberikan ruang toleransi untuk saling memahami itu macem bom waktu yang siap meledak kapan aja. Ini masalah sama siapa aja. Ya orangtua, ya saudara, ya sahabat, ya pasangan.

Kita perlu tau kenapa sih bom waktu itu bisa ada. Karena penyebabnya ini ada banyak, gak cuma satu.

Ada beberapa orang yang lebih milih untuk menyimpan masalahnnya alih-alih mengutarakan ketidaksukaannya karena, “halah, palingan responnya juga gitu.” atau “halah, paling ujung-ujungnya juga gue yang disalahin.”. Endingnya, mereka bersikap seolah-olah legowo dengan masalah itu, padahal yang sesungguhnya terjadi itu justru sebaliknya.

Ada juga orang yang lebih memilih untuk menyimpang masalahnya karena memang gak ngerti caranya untuk memulai menyelesaikannya. Ini biasanya kalau masalahnya udah lewat berlarut, sedangkan hati dan pikiran masih kalut.

Intinya apa sih?

Bom waktu itu ada karena kegagalan kita mengkomunikasikan masalah. Entah gagal mendengarkan dengan baik, atau bisa juga gagal menyampaikan dengan baik. Satu-satunya sebab dari hal ini adalah ego.

Manusia emang gitu sih. Misal ada yang protes pasti self defense-nya keluar. Alih-alih dari bisa mendengarkan inti masalahnya, justru yang ada adalah gak mau disalahkan dan tetap kekeuh dengan jalan yang ditempuh. We can imagine what happen next.

Bom waktu ini bisa kok dijinakkan. Kabel yang bikin bom ini terus berjalan kudu diputus satu-satu. Masalahnya harus diselesaikan satu-satu. Biar legowo, biar lega, biar plong.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s