bangsa kita

deamahfudz:

Setiap hari digambarkan muslim itu secara pribadi bodoh, kotor, malas. Secara kolektif digambarkan kumuh dan gemar bikin kerusuhan. Wajah aslinya ditutupi. Prilaku segelintir orang dijadikan merek yang permanen. Yang ekstrem diolah menjadi teroris.

Sejak awal dibikin cabang yang disorientasi. Kalau belajar agama, tidak usah mengharapkan dunia. Kalau mau kaya jangan taat beragama. Orang beragama hidupnya susah-susah.

Kalau mau kaya ikut sekolah asing. Bergaya kebarat-baratan, berbahasa inggris dan pesta. 

Narasi dibikin sekular:

Si Ali belajar agama dan rajin mengaji, miskin sampai tua, tapi mati masuk surga..

Si Badu nakal sejak kecil. Sekolah di barat, kaya dan bergelimang harta. Tidak kenal agama mati masuk neraka.

Ini mental model yang berhasil dibuat sehingga beban kita menjadi muslim di negeri ini berat sekali.

Para orang tua menghindarkan anaknya dari sekolah agama, Takut menjadi bodoh, kolot dan miskin. Anak orang kaya disekolahkan anak di sekolah barat. Agama tidak.diajarkan karena  dianggap candu yg bikin malas,

Jangankan baca alquran, sholat saja dianggap tidak penting dan buang-buang waktu. Jadilah otak-otak terbaik dari anak-anak bangsa ini tidak punya hati kepada agamanya, kepada umatnya.

Sisanya pergi ke tempat sekolah alakadarnya, kurikukum agama alakadarnya, guru alakadarnya. Di kemudian hari, kita menemukan sebuah bangsa yang jiwanya kosong dan pecah belah.

disadur dan diedit seperlunya dari akun twitter Pak Fahri Hamzah  (https://twitter.com/Fahrihamzah)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s