Belajar dari Senar Gitar

Salah satu senar gitar yang dipetik berulang-ulang selama satu jam mungkin akan membuat kita jengkel. Tapi ketika senar gitar itu dimainkan bersama dengan senar-senar yang lain, dimainkan dengan kunci-kunci, entah yang sederhana maupun yang bikin jari mlintir-mlintir, akan muncul harmoni yang indah.

Begitulah manusia. Manusia punya karakter yang berbeda-beda, punya tinggi rendah suara yang berbeda, punya pembawaan yang berbeda-beda pula. Atau bisa pula dilihat dari segi kemampuan. Ada yang suka fotografi, suka gambar, suka nulis, dsb. Semua hal itu tentunya satu perbedaan yang indah jika itu semua digunakan untuk melakukan satu hal untuk kebaikan. Seperti sinar gitar yang jika dimainkan akan muncul harmoni padahal suaranya berbeda-beda.

Potensi dan karakter yang berbeda-beda itu jika digunakan untuk jalan dakwah pasti hasilnya akan luar biasa. Yang hobi gambar, dijadikan hobinya untuk dakwah di jalan Allah. Yang hobi nulis, bisa jadikan hobinya untuk menulis kebaikan-kebaikan.

Kita tidak perlu menjadi sama. Islam pun sangat menghargai perbedaan. Umar tetap menjadi Umar yang tegas, pemberani, dan keras bahkan setelah masuk Islam. Abu Bakar tetap menjadi Abu Bakar yang lemah lembut dan penyayang setelah masuk Islam. Islam tidak merubah orang-orang menjadi sama. Islam justru akan mengoptimalkan segala karakter dan potensi yang dimiliki oleh masing-masing orang untuk memperjuangkan Islam.

***

Digubah dari hasil kajian Ustadz Cahyono

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s