Extrovert oriented

deamahfudz:

Kamu pernah nggak sih ngerasa kalo dunia kita ini extrovert oriented?

kata temen saya suatu saat. 

“Masak sih?”

“kamu dosen kan? Pasti juga ngasih nilai beda sama siswa yang aktif nanya dan nggak aktif nanya. Padahal yang nggak nanya kan bukan berarti nggak merhatiin. Bisa aja dia nggak nyaman jadi centre of attention. Pelatihan pun banyak ngajarin kita gimana cara ngomong di depan umum. Jarang banget ada pelatihan yang ngasah skill orang introvert dan menerima fitrahnya orang introvert yang emang nggak sanggup lama-lama ada di depan umum”

“seserius itu? hha”

satu sisi saya membenarkan apa yang dibilang temen saya sih. Mindset kita emang terlalu ekstrovert jadi yang introvert seolah nggak punya ruang. Yaa padahal tiap orang bisa tetap menjadi bermanfaat dengan mempertahankan karakter masing-masing. Nggak mesti juga semua orang harus bisa publik speaking.

Pas saya baca shirah sahabat, saya bisa membaca betapa islam benar-benar mewarnai seseorang menjadi baik tanpa merubah sifat aslinya. Abu Bakar, Utsman bin Affan itu mewakili kubu introvert. Umar bin Khattab dan Ali bin Abi Thalib mewakili kubu ekstrovert.

Dan kita menikmati kisahnya masing-masing. Di sini, kita bisa ngelihat bahwa Islam nggak ngasih doktrin kalo pengen jadi baik, berarti karakter kita harus sama.

Seperti kisah Umar bin Khattab yang lagi mengejar Onta zakat yang lari dari Baitul Maal. Di tengah badai gurun, Umar berlari mengejar onta. Umar memang terkenal bertubuh besar dan kuat. Jago gulat di pasar Ukaz. Maka mengejar unta di gurun adalah pekerjaan yang masuk akal buat beliau.

Berbeda dengan Utsman bin Affan yang biasa dibesarkan di keluarga kaya. Tidak terbiasa menggembala di gurun.

Sewaktu badai gurun itu terjadi, Utsman bin Affan sedang beristirahat di dangau di temani buah-buahan segar. Ketika beliau melihat Umar, beliau langsung bertanya:

“Apa yang sedang engkau lakukan Umar?”

“Mengejar Unta zakat”

“Bolehkah aku membantumu?”

“Tidak perlu Utsman, ini tanggung jawabku”

Umar tahu bahwa mengejar unta di gurun itu masuk akal untuk beliau kerjakan, tapi tidak mudah bagi Utsman yang tidak terbiasa menggembala Unta. Akhirnya beliau menolak.

“Bagaimana kalau aku menyuruh budakku untuk membantumu?”

“Tidak perlu sahabatku, ini tanggung jawabku”

Andaikata Ustman benar-benar menyuruh budaknya, setelah itu pasti beliau akan membebaskan budaknya dan membekalinya dengan banyak harta untuk hidup mandiri. Tapi Umar bersikukuh untuk menolak karena mengejar unta zakat memang tanggung jawabnya sebagai khalifah.

Habis baca kisah tersebut, saya tersenyum sendiri. Kebaikan itu banyak wujudnya. Bagaimana cara Utsman berbuat baik, berbeda dengan cara Umar, berbeda pula dengan cara Muadz bin Jabal atau Abdullah bin Mas’ud. Itulah karunia Allah. Kalo semua manusia sama, kita nggak akan bisa saling mengisi.

Hehe sementara ini, nikmatilah dunia kita yang terlalu ekstrovert. Nggak usah dianggep beban. Yang penting jangan lupa memupuk naluri berbuat baik.

Mungkin karna yang nampak adalah hal-hal yang sifatnya ekstrovert jadinya keliatannya yang dinilai adalah ekstrovertnya. Di kelas, mahasiswa memang akan dapat nilai tambahan saat mereka lebih aktif dalam diskusi kelas. Ini menguntungkan bagi yang ekstrovert.

Tapi apa yang introvert gak bisa dapat bagian?

Orang-orang introvert adalah orang-orang yang lebih senang menyibukkan diri dengan dunianya dibanding harus menjadi pusat perhatian. Saya rasa orang-orang seperti ini tetap bisa diberi nilai tambah kalau laporannya rapiiih terus. Tugasnya juga baik.

Kalo yang ekstrovert bisa eksis lewat hal-hal yang nampak, seperti diskusi kelas. Saya rasa yang introvert pun bisa eksis juga dengan hal-hal yang hanya dia dan yang bersangkutan tau. Ya masa sih sebagai penilai, kita gak ngasih reward buat yang laporannya baiiik terus. Pekerjaanya baiik terus. Dalam diamnya dia produktif. Ya masa sih nilainya disamain sama yang banyak ngomong tapi gak produktif?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s