Rencana Terbaik dari Allah

وَعَسَىٰ أَن تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْ  وَعَسَىٰ أَن تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَّكُمْ  وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu, dan Allah lah Yang Maha Mengetahui sedangkan kamu tidak. (QS. Al Baqarah 216)

***

Ayat 216 pada Surat Al Baqarah sebenarnya adalah perintah untuk berperang yang datang kepada umat muslim yang konteks kalimatnya sama persis dengan bagaimana Allah memerintahkan umat muslim untuk berpuasa. Tapi nyatanya, kita sering merasakan bahwa ayat ini tidak hanya berlaku pada perintah untuk berperang saja, tapi dalam setiap langkah yang kita pilih. Ada Allah Yang Maha Tahu dan Maha Memutuskan mana yang paling baik dan buruk bagi kita.

Tulisan saya dari Kajian IBC Ustadz Dwi Condo yang lalu mungkin bisa menjelaskan lebih detail bagaimana qodlo’ dan qodar Allah bekerja dan bagaimana Allah memberikan kekuasaan kepada manusia untuk memilih bukan memutuskan.

Ada salah satu kisah yang menarik tentang ayat ini yang mungkin saja pernah terjadi pada Anda yang sedang membaca tulisan ini.

Di kisahkan ada seorang pemuda yang sangat sholih yang akan melangsungkan pernikahan. Hanya saja karena satu dan lain hal yang tidak dijelaskan, calon mempelai perempuan tiba-tiba membatalkan rencana pernikahan mereka. Pemuda yang terlanjur mencintai calon mempelai itu pun kemudian merayu dan merengek sejadi-jadinya pada Allah lewat setiap do’a yang dia panjatkan, lewat setiap sholatnya, lewat sujud-sujudnya. Tapi Allah tak kunjung mengabulkannya. Pemuda itu berdo’a dengan begitu khusyuk..

“Ya Allah, aku mencintainya Ya Allah, jadikanlah dia pendampingku.”

Saking khusyuknya, orang yang lewat dan melihatnya berdo’a pun memohon kepada Allah.

“Ya Allah, kabulkanlah do’a pemuda itu.”

Tapi Allah tak jua mengabulkannya.

Sebulan kemudian, alih-alih mendapatkan apa yang diinginkan, pemuda itu justru mendapatkan kabar bahwa perempuan itu menikah dengan laki-laki lain. Betapa hancurnya hati pemuda itu. Tapi dari situlah orang yang ikut mendo’akan pemuda itu tahu bagaimana Allah mencintai pemuda itu.

Satu bulan dari berita pernikahannya, perempuan itu didiagnosa menderita penyakit mengharuskannya operasi untuk memotong salah satu payudaranya. Satu bulan berikutnya, perempuan itu harus menjalani operasi yang sama. Dalam usia pernikahan yang masih sangat amat muda, dia sudah tak punya lagi payudara karena penyakitnya. Betapa Allah menyelamatkan pemuda itu dari ujian seperti itu. Betapa Allah sangat menyayangi pemuda itu.

Bagaimana Allah mengabulkan do’a-do’a dari hamba-Nya itu seperti orang tua yang ingin menjaga anak-anaknya dari hal-hal yang buruk. Sebagai orang tua, saat kita tahu apa yang diinginkan anak kita bukanlah hal yang baik, tentu kita tidak akan mengabulkannya. Sekeras apapun dia meminta.

Ketika Allah tidak mengabulkan apa yang kita minta, bukan berarti Allah tidak sayang, bukan berarti pula kita sedang dihukum oleh Allah atas segala dosa yang kita lakukan. Bukan. Allah hanya meminta kita bersabar untuk mendapatkan rencana lain dari Allah yang tentu saja jauh lebih baik di waktu yang tepat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s