Nyampah

Pernah gak sih ngerasa jawaban atas do’a-do’a yang dipanjatkan itu jatuhnya jadi macem ujian keimanan? I did.

Macem kita do’a mintak makanan enak, tapi yang dikasih adalah makanan yang justru bikin nafsu makan turun. Mau nolak ntar dikira gak bersyukur, mau ditrima juga rasanya mulut itu males ngunyah. Trus mau didiemin, pura-pura gatau malah ditegur.

“Lo? Kok gak dimakan?”

Atau justru ditanyain.

“Mau makanan yang mana?”

Padahal pilihan makanan yang ada di meja sama-sama gak menariknya. Tapi karna udah digituin, atas dasar rasa menjaga silaturahim dimakan aja makanannya. Rrrggghhh..

Asli, ini momen paling nyebelin. Kenapa? Ya rasanya buang-buang waktu gitu makannya. Soalnya tau endingnya kayak gimana, ditolak sama perut. Tapi dipaksa memperlihatkan seolah-olah suka banget sama makanannya. Nyebelin kan?

Tapi yaudahlah dijalani aja, sapa tau ada kejutan dibalik kisah ini. Kita gatau kan endingnya kayak apa? Even gak berharap kayak makan makanan itu tadi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s