Istikharah

Kepada teman-teman saya yang sudah menikah atau baru menikah atau akan menikah dan merasa begitu mantap dengan pasangannya saya sering bertanya kepada mereka.

“Apa yang membuatmu yakin dengan pasanganmu?”

“Apa yang membuatmu memilih pasanganmu?”

Ada banyak jawaban yang kemudian ketika saya bertemu dengan seorang lelaki saya tanyakan kembali pada diri saya, benarkah saya seperti itu?

“Ya karna aku gak bisa Lel kalo gak sama dia?”

Saya gak sama laki-laki itu pun saya masih tetap bisa hidup, dunia masih tetap berputar, kacuali Allah telah menakdirkan saat itu juga memang kiamat. Saya pun masih tetap bisa menjalankan aktivitas saya sehari-hari. Bahkan ketika saya mendapati dia mudah untuk menyepelekan sholatnya, dia enggan untuk berangkat ke majelis ta’lim, keraguan itu muncul. Kemudian saya bertanya kembali, “Ya Allah, inikah laki-laki terbaik pilihanmu?”

“Kalo gak sama dia gak bisa.”

Apa bedanya dengan kalimat pembenaran yang diucapkan perokok ketika ditanya kenapa merokok.

“Kalo gak ngerokok gak bisa mikir.”

Jawaban lain yang sering diucapkan kepada mereka yaitu:

“Istikharah lah Lel, ntar kan dapet jawabannya.”

Saya kadang sebel pas dikasih jawaban gini. Ini semacam jawaban normatif atas pertanyaan-pertanyaan yang begitu penting dan begitu mendesak. Ini masalah yang benar-benar besar yang sangat amat tidak bisa disepelekan.

“Laiya, terus gimana bisa tau kita dikasih jawaban apa sama Allah?”

“Ya kalo dimudahkan Lel, kalo ntar kita nikah, dia ucapin akad ke bapak kita, ya itu jawabannya.”

Allah menyediakan fasilitas iktikharah tentu ada maksudnya, tentu ada kemudahan, tentu ada jawaban atas segala jawaban.

“Jawabannya biasanya dari mimpi, Lel. Tapi aku istikharah berkali-kali juga gak mimpiin sih.”

Udah tau dari dulu kaleee…

***

Sering kali kita sudah melakukan istikharah tapi sayangnya kita tak kunjung menemukan jawaban. Ceramah dari Ust. Khalis Basalamah yang kemudian mengingatkan saya pada kata-kata pembimbing saya.

“Do’a-do’a yang kita panjatkan setiap hari itu sebenarnya pasti dijawab oleh Allah. Hanya saja terkadang kita yang masih ngeyel dengan keputusan diri sendiri.”

Jawaban dari istikharah berupa tanda-tanda yang ditunjukkan oleh Allah. Bila kamu ditunjukkan kebaikan-kebaikan maka dia memang baik. Bila kamu ditunjukkan keburukan-keburukannya, itu adalah peringatan dari Allah. Pada akhirnya menikah bukan hanya perihal takdir yang telah ditetapkan oleh Allah tapi juga masalah ikhtiar yang kita usahakan.

Sekian banyak laki-laki yang hadir dalam hidup kita itu adalah takdir yang telah Allah tetapkan pada kita. Perihal pilihan yang kita buat atas salah satu dari mereka untuk menjadi pasangan hidup kita adalah ikhtiar yang kita buat. Ada hisab yang nanti akan diminta pertanggungjwaban. Ada konsekunsi yang kemudian harus kita ambil di dunia ini. Istikharah adalah salah satu ikhtiar yang kita ambil untuk menguatkan langkah kita. Kemudian ada jawaban-jawaban yang Allah berikan. Mengabaikan atau mengambil jawaban dari Allah adalah pilihan kita. 

Ada banyak keluhan-keluhan dari pasangan suami istri, tentang pasangan yang gak sholat, pasangan yang suka berbohong, pasangan yang gak mau bantu, pasangan yang selingkuh, pasangan yang bla-bla-bla. Pertanyaannya kemudian, “ya ngapain kamu dulu mau sama yang begitu. Kenapa gak dari dulu nyari yang sholih/ah?”

Gunakan istikharah sebagai ikhtiar untuk mencari yang terbaik. Bila kemudian kita mendapati mimpi yang buruk tentang dia, atau mendengar informasi yang buruk tentang dia, itu adalah jawaban dari Allah untuk berhenti berproses. Ikuti bila ingin tentram. Seringkali kita mengabaikan petunjuk dari Allah hanya karena perasaan yang lebih berperan.

“Gak bisa, aku terlanjur sayang banget sama dia.”

Kemudian setelah menikah, perilaku buruknya keluar semua. Makan tuh, sayang. Kemudian ketika memutuskan untuk cerai, dia bilang.

“Ini sudah kehendak Allah.”

Model yang macem ini mungkin perlu ditabok malaikat biar sadar. Kemarin siapa yang milih yang model begitu? Udah dikasih jawaban, udah dikasih tau jelek-jeleknya trus kamu lanjut terus, itu salah siapa?

Takdir Allah selalu baik. Tidak ada yang tidak. Jadi, jangan salahkan Allah atas keputusan-keputusan kita yang jauh dari syariat, yang jauh dari petunjuk Allah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s