Do’a

Surabaya, 29 November 2016

“Bu, mau ambil etchingan.”

“Berdo’a dulu.”

Saya terbiasa dan membiasakan mahasiswa saya untuk membuka kelas dengan do’a bersama. Cukup dalam hati, gak keras-keras. Ntar jadinya kayak istighozahan. Inspirasinya dari komting kelas saya dulu yang mengkondisikan kelas dibuka pake do’a dulu sebelum mulai kuliah dan sekarang saya aplikasikan ke kelas saya.

Pagi ini kelas lebih sepi dari biasanya. Ada yang telat seperti biasanya. Ada yang mbulet ke wc dulu, ambil rangkaian di lab, nyari jas lab, dan lain-lain. Kelas pagi memang sering gini. Mbuletnya kira-kira butuh waktu 15 menit, sampek mereka sadar, “oh iya, udah waktunya masuk.” –’

Kebetulan komting kelasnya lagi entah kemana jadi yang pimpin do’a orang lain. Lucunya, anak ini antusias banget pimpin do’anya.

“Aku ae. Aku ae,” sambil senyum-senyum gitu.

Dan ternyataa… Do’anya beda dari biasanya.
“Sebelum memulai praktikum hari ini, marilah kita berdo’a agar diberikan kelancaran, kelapangan rizki, dan segera dipertemukan dengan jodoh.”

Terakhirnya itu lo gak nguatin. Wkwkwk..

Sebenernya saya memang mau cerita tentang do’a sebagai pembuka kelas pagi ini. Tentang kata-kata yang gak sengaja terucap terus jadi do’a. Eh, kok dikasi kondisi kayak gitu. Ya sudah saya giring cerita dari do’a yang dipimpin mahasiswa saya sampai ke do’a ketika kita merasa terdzolimi.

“Kalo kamu lagi didzolimi, merasa terdzolimi, jangan fokus sama yang kendzolimi, fokus aja ke diri sendiri. Do’akan yang baik-baik untuk diri sendiri. Lancar rizki misalnya, mudah menerima ilmu, lulus tepat waktu, dll.”

Alhamdulillah pelajaran yang ini masuk ke anak-anak dengan aplikasi yang agak di luar ekspetasi.

“Ini ATMEGA kelompokku ya?”
“Enak aja, bukan. Ini rusak.”
“Punya kalian rusak trus ambil punyaku kan?”
“Ngapain? Masing-masing kan dikasih satu-satu.”
“Pasti ada yang ngambil ini.”
“Astaghfirullah.. Enggak. Fitnah iki. Ya Allah, mugo bojoku ngkok ayu.”

Wkwkkwkwk… Saya ketawa aja denger do’a mereka. Kelas ini sebenernya gak tertib-tertib amat kayak anak kelas 1. Cenderung rusuh, ada yang progresnya lamaaaaa banget. Tapi saya selalu pingin ketawa liat mereka yang grogi pas mau laporan progres ke saya. Pingin ketawa pas liat wajah mereka frustasi sama projek kedua ini. Liat kelas ini kayak nostalgia waktu kuliah D4 dulu. Jadinya enjoy banget. 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s