Baik dan Buruk

Surabaya, 11 November 2016

Hal-hal yang baik sama buruk itu bueda. Gak bisa disatuin. Orang yang baik sama buruk pun sama. Gak bisa disatuin. Contoh orang yang biasa ngomong kasar, ngumpat-ngumpat bakal canggung kalo disuruh ngomong sama orang yang tutur katanya lemah gemulai. 

Yang baik sama buruk juga punya kecenderungan saling mencela. Defaultnya gitu. Even mereka gak mencela secara langsung. Tapi di hati mereka punya kecenderungan bilang, “Ih…. bla bla bla…”

Baik dan buruknya tingkah laku seseorang juga bergantung dari apa saja yang masuk ke dalam tubuhnya. Gak cuma dari mulut aja. Tapi bisa juga dari pendengaran dan penglihatan. 

Suara adzan baik gak?

Kalo kita denger adzan trus biasa aja, gak ngrespon dengan baik, jangan-jangan nih kuping keseringan denger yang gak baik-baik. Dengerin gosip misalnya.

Jadi baik itu bukan gak mungkin. Fitrahnya manusia itu diciptakan hanif (baik) misal sekarang jadi mursal ya mungkin karna kita yang terlalu sering menempatkan diri di tempat yang tidak baik. Kita yang gak jagain diri dari hal-hal yang tidak baik.

Trus jangan merendahkan standar baik itu sendiri. Tujuannya biar kita terus-terus berusaha jadi baik. Biar kita juga gak sampek merasa baik. Itu mah sombong namanya. Padahal ya bisa jadi kita ini masih jauuuuh banget dari kata baik. Yang penting semangat jadi baik.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s