Dalam sirah nabawiyah tak pernah sekalipun membaca atau mendengar kisah nabi membenci seseorang bahkan pada kafir dzalim sekalipun. Saat Umar bin Khattab mau membunuhnya nabi mendoakannya, saat seorang yahudi melempari dengan kotoran beliau menjenguknya ketika sakit, seorang tua buta yang mencaci maki tiap hari, tiap hari pula ia memberi sedekah. Saat kembali fathu makkah tak satupun darah tumpah. Tidak ada kebencian saat seluruh bani hasyim dikucilkan karena dakwah oleh penduduk makkah.

Jika jalan nabi, jika itu sunnah nabi yang menjadi pegangan maka tidak pantas kita membenci sesama manusia. Jika toh akhirnya kita terpaksa membenci seseorang (karena kita bukan nabi). Allah memberi batas jelas, tetaplah adil.

Jangan kebencian membuat kita tidak adil pada sesama, seperti firman Allah di Al Quran. Jika ada ayat yang mati2an dibela, maka ada ayat yang juga sama harus mati2an kita amalkan.

Ikutilah jalan nabi, jalan tanpa kebencian, ikutilah perintah Tuhan, perintah untuk keadilan.

Selamat menikmati malam jumat, sempatkan Al Kahfi meski sejenak. Jangan karena membela Al Quran kita justru lupa untuk melafalkan.

(via miring)

Sebelum perintah jihad itu datang, ya memang seperti itu. Rasulullah gak pernah memerangi kaum quraisy karna sikapnya. Seburuk apapun. Sampek ada sahabat yang geram.

Tapi setelah perintah jihad itu turun, rasul juga gak serta merta langsung memerangi suatu kaum. Ada perundingan-perundingan dengan pemimpin-pemimpin bani-bani tersebut. Tapi kalo gak bisa, ya sudah, diperangi. Perang ala rasul pun gak ngawur, yang diserang hanya militernya, gak menghancurkan rumah, gak membunuh anak kecil, gak membunuh orang tua, dll. Jangankan untuk membela agamanya, pernah ada suatu kisah tentang seorang muslimah yang disingkapkan jilbabnya oleh salah satu kaum. Apa sikap rasul? Memeranginya.

Rasulullah memang ngasih contoh buat sabar. Mau diperlakukan sejelek apapun, ya jangan dibalas. But, it doesn’t rasulullah do nothing.

Misal hari ini rasulullah ada, hadir di tengah-tengah kita, trus tau tentang Al Quran digituin, apa ya rasulullah bakal diem aja? Al Quran lo ini. Padahal ada seorang muslimah dilecehkan, seorang muslimah, digituin rasul sudah menyatakan perang. Wanita memang dimulyakan oleh Islam, tapi jelas, Al Quran jauuh lebih dimuliakan, karna itu petunjuk hidup orang-orang muslim.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s