Taat sama pemimpin itu wajib. Taat sama orang tua itu wajib. Taat sama suami itu wajib. *

*selama tidak diperintahkan melanggar syariat.

Diskusi saya sama beberapa orang sudah sampai di sini. Saya pernah ngobrol sama orang yang diprotes sama orang tuanya karena hijrahnya. Saya pernah ngobrol sama orang yang diprotes sama suaminya karena hijrahnya. Saya juga pernah ngobrol sama orang yang hijrahnya kepentok sama aturan perusahaan tempat dia bekerja.

Iya, semua butuh proses. Selain diri sendiri yang berproses untuk hijrah, kita juga perlu mengkondisikan lingkungan untuk paham kenapa kita memilih berhijrah.

Tapii…
Taat sama pemimpin (notabene di tempat kerja) itu beda sama taat ke orang tua dan suami. Kita gabisa ninggalin orang tua atau suami karena setelah segala upaya yang dilakukan untuk memahamkan tidak berhasil (inget kisahnya Asiyah yang tetep milih taat sekali pun suaminya tidak taat ke Allah, inget kisahnya Ibrahim yang ayahnya masih tetep nyembah berhala).

Masih ada pilihan untuk tinggal dan memahamkan kembali, atau pergi untuk menyelamatkan diri.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s