Laki-laki Sholih

Surabaya, 14 September 2016

“Dia sholih?”

Actually, saya ini gabisa menilai apakah seseorang ini sholih atau tidak. Saya gak ngerti tolok ukur untuk mengatakan bahwa dia sholih atau tidak itu dimana.

Apakah laki-laki yang mengutamakan ibunya itu sholih?
Apakah laki-laki yang hafidz Quran itu sholih?
Apakah laki-laki yang gemar menyampaikan kebaikan itu sholih?
Apakah laki-laki yang gemar ke masjid untuk menunaikan sholat berjamaah itu sholih?
Dan masih banyak lagi.

Sampai dengan tulisan ini dibuat, bagi saya, sholih itu adalah do’a agar laki-laki tersebut tetap terjaga. Do’a agar laki-laki itu tetap berjalan di jalan Allah.

Seperti yang pernah saya tuliskan di tulisan sebelumnya tentang Orang Baik, kita juga gabisa menjudge “oooo dia sholih, soalnya rajin ke mesjid, si fulan gak sholih soalnya sholatnya jarang di mesjid.” Tau apa kita soal kehidupan orang lain? Yang kita tau ya apa yang kita lihat dari dia, apa yang bisa kita dengar dari atau tentang dia.

“Nah, trus kalo lo mau pilih calon imam yang bener gimana?”

Saya pilih yang dengannya saya merasa tenang. Saya pilih yang dengannya saya mudah untuk menjadi baik. Saya pilih yang dengannya saya semakin ingin menjadi lebih baik. Laki-laki itu yang akan menemani hijrah saya, hari ini dan nanti.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s