Orang Baik

Surabaya, 8 September 2016

Pernah gak sih kalian kenal seseorang kemudian pada hari yang lalu kalian menganggapnya sebagai orang baik, tapi sekarang kalian justru menganggap dia orang yang sebenarnya tidak sebaik yang kalian bayangkan?

Atau mungkin justru sebaliknya. Kalian menganggap dia jahat, tapi sebenarnya dia justru orang yang baik. Pernah?

Saya pernah. Mungkin kamu juga begitu.

Suatu kali mas @separuhkopi pernah nabok saya begini pas saya ngeyel orang yang saya maksud itu orang baik.

“Kamu pikir Abu Jahal bukan orang baik? Kamu pikir Abu Sofyan itu bukan orang baik?”

Saya langsung mingkem begitu dia bilang gitu. Pembicaraan itu pernah saya bicarakan kembali dengan mami. Mami cerita kalo memang orang-orang yang disebut sama Bang @separuhkopi ini adalah orang-orang yang dianggap baik oleh pengikutnya. Terbukti bahwa mereka adalah tokoh-tokoh yang cukup dipandang oleh followernya.

Sadar gak sih penilaian baik buruk kita tentang seseorang itu sebenarnya tidak pernah lepas dari apa yang kita lihat dan kita dengar. Kita mengolah dua atau bahkan salah satu dari informasi itu, kemudian menyimpulkan dengan memberi label seseorang “orang baik” dan “orang jahat”. Terkadang sebetulnya kita tidak benar-benar tau siapa orang itu. Terkadang kita bahkan tidak pernah berinteraksi dengan orang-orang itu. Tapi kita begitu yakin bahwa informasi yang kita terima itu akurat.

Awal kali saya bergabung dengan institusi ini, saya sudah mendengar buanyak cerita tentang si ini dan si itu. Si Ini begini, Si Itu begitu. Banyak. Mungkin teman saya ini kasian dengan saya. Akhirnya dia menasehati saya begini.

“Bu Lel, jangan langsung percaya apa kata orang ya. Bu Lely jangan menyimpulkan dulu sebelum benar-benar pernah berinteraksi dengan Beliau. Nanti pandangan Bu Lely tentang dia berubah duluan sebelum bertemu yang bersangkutan.”

Lepas dari kejadian itu saya melihat buanyak hal. Kadang apa yang saya dengar dari si A tentang si B itu tidak benar. Kadang yang saya dengar dari si C tentang D itu terlalu dibesar-besarkan. Dan banyak macam lagi.

Nyatanya, sebenarnya kita tidak pernah benar-benar tau apakah orang itu baik atau jahat. Kita sebenarnya pun tidak punya tolok ukur yang jelas untuk mengklasifikasikan seseorang dalam golongan orang baik ataupun orang jahat. Agama? Seberapa tau kita hubungan orang itu dengan Tuhannya? Hubungan sosial? Lihat berapa banyak tokoh masyarakat yang katanya baik tapi nyata ya begitu itu. Golongan? Apakah ada jaminan bahwa dalam kelompok organisasi yang baik, tidak ada oknum-oknum yang bertindak semaunya, berbuat jahat dengan seenak jidatnya. 

Karena itu, jangan terlalu mudah mejudge seseorang. Kita sendiri kadang tidak benar-benar tau seperti apa mereka.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s