Drama Queen

Surabaya, 1 September 2016

“Gue gak ngerti deh maksudnya cewek itu kayak gimana. Bilangnya gini, udah gue turutin eh masih juga salah. Entahlah maunya apa.”
“Iya, cewek itu emang paling susah dimengerti. Makanya, gue gak suka cewek.”
–“

***

Sesetrong-setrongnya perempuan, saya rasa dia pasti pernah jadi drama queen dalam fase hidupnya. Minimal 1 fase dalam salah 1 fase PMSnya. Dan yang seperti ini gak bisa dihindari. Entah yaa… Sekali pun sebenernya saya benci banget kalo orang mulai drama, tapi kadang-kadang saya juga bisa jadi drama. Memulai sesuatu dengan drama. Hanya untuk mendapatkan apa yang saya mau. Perhatian mungkin.

Ini yang mungkin gak bisa dimengerti sama yang lain, bahkan mungkin diri sendiri lun gak ngerti. Adakalanya, pas lagi drama gitu. Saya sadar seutuhnya kalau sikap saya itu tidak akan menghasilkan apa-apa. Saya tau, kalau pada saat itu juga saya hanya harus mengerti kondisi orang lain yang belum pernah saya alami. Tapi gimana yaa, perasaan itu muncul gitu aja.

That’s why, saya lebih seneng berteman dengan laki-laki. Cara mikirnya jauuuh lebih simpel. Tapi umur segini, udah kerja, masa mainnya sama lakik mulu? Sudah mulai sadar bahwa menjaga pergaulan juga bagian dari melindungi diri. Minimal dari fitnah.

Sekarang sih teman saya lebih banyak perempuannya, perempuan yang sering lupa kalau dia ini perempuan. Entahlah, saya kok lebih cocok dengan tipe-tipe macam ini. Ya biar begitu, tetep aja dalam fase mereka ini pernah drama. Pernah curhat…
"Iiih… Mereka kok gitu ya sama aku. Jahat gak sih yang kayak gitu? Kok gak ngerti ya kalau bla-bla-bla…”
Dan biasanya saya mbatin, “halaaah… Situ aja yang lebay.”
Kalau si @petrichorhunter mungkin sudah biasa ya. Jadi kalau drama queennya kumat, cuma saya halah-in doang. Begitu pun kalau drama queen saya kumat.

Mungkin kita butuh temen yang kayak gitu, yang pas lagi drama malah ditabok. Pas lagi sedih malah diketawain. Keliatannya sih jahat. Tapi justru mereka yang paling bisa bikin lupa sama masalah yang lagi dihadepin.

Iya, jadi gitu. Perempuan ya perempuan, beda sama lakik. Sekuat apapun berusaha jadi kayak lakik, gak akan pernah bisa. Karna takdirnya sudah begitu. Defaultnya begitu. Ada skenario besar dari sifat yang seperti ini dari Sang Pencipta. Jadi ya syukuri aja. Terus kalau ada yang drama, maklumin aja. Gitu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s