Nikmatnya Ujian

Surabaya, 25 April 2016

“Maka apabila manusia ditimpa bahaya ia menyeru pada Kami, kemudian apabila Kami berikan kepadanya nikmat dari Kami ia berkata, ‘Sesungguhnya aku diberi nikmat itu hanyalah karena kepintaranku.’ Sebenarnya itu adalah ujian, tetapi kebanyakan mereka itu tidak mengetahui.” – Q.S. Az Zumar: 49  

*** 

“Mbak, Lintang boleh nanya gak?" 

"Tanya apa sayang?" 

"Katanya ujian di dunia macem musibah-musibah yang menimpa kita itu dipake buat naikin level ya, Mbak?" 

"Iyap, salah satunya." 

"Emang ada yang lain Mbak?" 

"Ada doong. Banyak." 

"Ujian itu datang bukan hanya untuk naikin level kita aja tapi juga untuk menyeleksi kita, kira-kira kita ini pantes gak sih dikasih bonus plus plus." 

"oooo gitu mbak." 

"Tapi jangan disangka kalau ujian itu yang susah-susah aja ya. Kelebihan yang kita miliki itu juga ujian. Nikmat yang sedang kita rasakan itu juga ujian. Ujian dalam bentuk yang menyenangkan. Dek Lintang seneng gak kalau jadi orang kaya?”

“Seneng lah Mbak." 

"Jadi orang pinter macem Pak Habibi, bangga gak?" 

"Ya bangga lah Mbak." 

"Jadi orang cantik macem Miss Universe mau gak?" 

"Mau dong, rejeki kok ditolak." 

"Tau gak kalau semua yang Mbak tawarkan ke kamu tadi sebenernya adalah ujian?" 

"Padahal enak kan Mbak jadi orang kaya, gak susah makannya, mau apa-apa juga gak usah mikir. Jadi pinter juga gitu, dihormati banyak orang. Alalagi kalau cantik. Wah paket kombo itu, Mbak." 

"Bener. Tapi justru paket kombo itu yang bikin kita lupa bahwa semua itu datangnya dari Allah.”

“Lupa bersyukur maksud Mbak?" 

"Salah satunya." 

"Ada yang lain Mbak?" 

"Yang lainnya, ketika kita merasa semua pencapaian yang kita raih itu dari usaha kita sendiri." 

"Hmmmmm… Kalau yang macam ini Lintang sering Mbak." 

"Itu namanya sombong sayang. Lain kali jangan diulangi. Semua pencapaian itu datangnya dari Allah. Ya memang kita yang usaha, tapi kalau Allah tidak menghendaki, apakah semua akan terjadi?" 

"Ya gak juga sih Mbak. Trus gimana Mbak kalau udah terlanjur?" 

"Ya istifar yang banyak, mohon ampun ke Allah. Trus jangan diulangi lagi.”

© Aprilely Ajeng Fitriana

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s