Nominal Gaji

Surabaya,19 April 2016

“Besar kecilnya rizki tidak diukur dan/atau dilihat dari jumlah gaji yang diterima.” – AAF

***

“Mbak Wulan, aku kan udah lulus kuliah, mau nyari kerja, aku boleh kepo-kepo gak, Mbak?”

“Mau kepo apa sih, Tang?”

“Lintang mau tanya gaji, hehehe.”

“Ih, belum kerja kok udah nanyain gaji. Mestinya kamu pikir dulu, nyari kerja itu sama kayak jual diri. Nah, kamu mau dijual dengan harga berapa?”

“Ih, Mbak Wulan ngomongnya gitu amat. Lintang pingin jadi kayak Mbak Wulan. Jadi guru TK. Kayaknya seru.”

“Ya kalau Lintang pingin jadi guru, mending Lintang luruskan dulu niatnya, sampai Lintang bisa merem sama jumlah gaji yang nanti bakal Lintang terima.”

“Kecil ya, Mbak?”

“Hmmmmm… Ya gitu deh.”

“Berapa sih Mbak?”

“Nih, slip gaji Mbak.”

“Segitu doang Mbak?”

“Iya.”

“Cukup buat kebutuhan sehari-hari?”

“Cukup kok.”

“Kok bisa?”

“Lintang sayang, jangan melihat rizki yang diterima seseorang itu dari nominal gaji yang dia terima. Karna rizki itu bukan tentang berapa banyak uang yang masuk ke rekeningmu, atau nominal yang tertera di slip gaji. Kucing aja yang gak digaji bisa hidup kok. Apalagi kita. Yang penting satu, yakin bahwa Allah akan mencukupkan segalanya.”

“Mbak pernah gak ketir-ketir duitnya gak cukup.”

“Pernah lah.”

“Terus?”

“Waktu itu masuk sepuluh hari ke-3, tanggal jenggotan banget itu. Trus duit Mbak tinggal 200 ribu doang. Ketir-ketir kan jadinya. Sempet mikir kalau bakal makan indomi atau makan nasi kecap terus biar cukup.”

“Trus akhirnya Mbak makan indomi ata nasi kecap terus?”

“Enggak. Mbak makan enak terus.”

“Kok bisa? Emang cukup?”

“Cukup. Karna Allah yang kasih. Duit Mbak bahkan utuh selama 5 hari. Gak kepake sama sekali. Adaaa aja yang ngasih makanan. Enak-enak lagi. Ya masa rejeki ditolak. Ya, kan?”

“Woooow… Lintang juga mau Mbak kalau kayak gitu.”

“Intinya satu, kerja aja dengan setulus hati. Gak usah dipikir deh ntar digaji brapa, biar Allah yang nggaji. Allah Maha Adil kok. Kamu akan dibayar sesuai dengan besarnya usaha yang kamu keluarkan. Ngerti ya?”

“Iya, Mbak. Makasi ya Mbak.”

***

© Aprilely Ajeng Fitriana

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s