Harga(i) Diri

aksarannyta:

Ada yang sering kita lupakan, yakni memberi harga pada diri. Sibuk membahagiakan orang lain, sampai-sampai tak ingat, diri diletakkan di bawah kaki sendiri. Terlampau bawah, bahkan tak sampai pada mata kaki. 

Setiap orang pasti memiliki harga diri. Harga kita berapa? Periksa kembali, jangan-jangan terlalu murah.

Ada yang sering tidak kita hiraukan, yakni menghargai diri sendiri. “Tidak apa asal orang lain senang, saya bisa kemudian.” Bohong. “Tak mengapa orang lain tersenyum, saya kuat menanggung sakit perih teriris sembilu.” Bohong. “Demi ia tetap bertahan di sisi, tak apa saya berjuang sendirian.” Bohong. 

Yang kita perjuangkan selalu orang lain. Diri kita kapan? Tengok diri, sejauh mana kita telah menghargainya.

Setelah ini, sebelum berusaha untuk orang lain, cek kembali apakah kita sudah berusaha untuk diri kita sendiri dulu? Sebelum mengharapkan dihargai oleh orang lain, lirik kembali apakah selama ini kita sudah menghargai diri kita sendiri? Sebelum memperjuangkan orang lain dengan mengindahkan berbagai cara walau tidak baik, apakah kita sudah memperjuangkan harga diri kita sendiri terlebih dahulu?

Jangan beri harga pada diri terlalu bawah, terlalu murah. Jangan pula melangit terlalu tinggi. Sewajarnya saja. Bagaimana caranya? Hargai diri kita sendiri, tentu dengan sebaik-baiknya kita menghargai.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s