Terkadang kita diharuskan untuk berusaha mengikuti otak, merelakan hati, biar logika berjalan, dan perasaan terabaikan

Hati dan otak Norma yang sedang tidak sinkron :’)

kebanyakan beban yang dibawa siih, makanya gak sinkron. kenapa itu beban di otak sama hati gak ditaruh aja di atas sajadah? kenapa gak berhenti ngeyel sama Yang Maha Membolak-balikkan hati?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s