Bila sebuah pernikahan yang disebut-sebut sebagai penyempurna agama berubah menjadi bencana, haruskah pernikahan itu ditinggalkan? Atau haruskah kita bersabar dengan semua bencana yang ada?

Pertanyaan yang tiba-tiba aja muter-muter di kepala.

Katanya sih balasan untuk orang yang sabar itu surga. Tapi mbuh ya..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s