Menjadi Lebih Baik

Ibu saya bisa dibilang orang yang keras pada dua puterinya. Seseorang yang tak tiba-tiba memberikan uluran tangan begitu saja saat kedua puterinya terjatuh. Beliau tak hanya keras pada kami, tapi juga dirinya sendiri. Sedari kecil kami dididik untuk dapat mengatasi masalah sendiri, tak mudah putus asa, dan berani menghadapi apa pun.

Saat kami mulai belajar sepeda dulu, Ibu sering bilang seperti ini.
“Gapapa, kalau jatuh itu artinya sudah mau bisa. Orang mau bisa naik sepeda itu ya harus jatuh dulu.”
Kemudian kami belajar kembali, terjatuh lagi, bangkit lagi, dan begitulah seterusnya.

Pernah suatu kali kami sekeluarga rekreasi bersama dengan teman-teman sekantor Ibu. Pagi itu kami sedang menikmati matahari terbit sambil berjalan-jalan santai. Saya dan adik iseng saja naik pembatas antara jalan dan semak-semak.
“Jangan naik-naik di situ, nanti jatuh,” kata teman Ibu. Dia tampaknya cukup khawatir dengan tingkah kami, sedangkan Ibu malah berkata seperti ini, “berani gak? Gak gak kalo jatuh.”

Saat saya mulai tumbuh besar pun, Ibu tak pernah berubah dengan saya. Memang, terkadang semua sikapnya itu membuat saya sebal dan merasa diabaikan. Saya juga sering iri dengan teman-teman saya di perantauan yang begitu diperhatikan oleh orang tuanya, sedangkan saya tidak. Sedikit-sedikit ditelpon, kurang duit langsung dikirim, kurang ini langsung dikasih, sedangkan saya tidak demikian.

Suatu pagi, saya pernah benar-benar putus asa dengan segalanya, pernah benar-benar lelah dengan segala hal yang ada di depan saya. Pagi itu saya menelpon Ibu saya sambil menangis. Itu kali pertama saya melakukannya.

“Ibuk aku gamau S2, aku capek, aku emoh kuliah lagi,” begitulah rengekan saya pagi itu. Saya memang sudah benar-benar lelah dikejar kaprodi, lelah dikejar target setoran untuk pembimbing. Berat badan saya turun drastis saat saya sedang mengerjakan TA. Bukan hanya karna stress berat yang ditimbulkan olehnya, tapi juga karna saya lebih sering harus memilih antara beli makan atau beli komponen untuk TA saya.

“Ini D4 aja udah kayak gini, apalagi S2. Aku emoh buk, aku gabisa, aku capeek,” saya terus saja merengek dan merengek pada Ibu, berharap Ibu akan merubah semua keinginannya.

“Yang namanya orang berjuang ya pasti capek, tapi bukan berarti tidak bisa diselesaikan. Bisa bisa, wes talah. Ibuk percaya Mbak Lely mampu. Mbak Lely coba liat pohon kelapa, rasa-rasanya gak mungkin orang bisa ngambil buah yang ada di ujung pohon itu. Tapi nyatanya ada yang bisa. Mereka naik pelan-pelan. Awalnya pasti jatuh dulu, keplorot-plorot dulu, tapi sesudahnya mereka menemukan cara yang lebih mudah untuk memanjat pohon kelapa itu. S2 juga gitu, rasa-rasanya susah sekali dijangkau, kalau dilihat dari jauh ya rasanya gak mungkin bisa. Dananya besar, perjuangannya juga mungkin lebih besar. Tapi bukan berarti tidak bisa. Mbak Lely bisa, cukup yakin aja sama itu,” begitu nasehat Ibu.

Begitulah Ibu mengajarkan saya untuk menjadi lebih kuat. Semua sakit yang saya rasakan saat itu, hanyalah pelecut bahwa saya akan menjadi lebih baik dari sebelumnya.

Pola itu juga yang sering saya terapkan ketika beberapa teman mulai curhat ini itu.
“Rasanya sakiiit banget.”
“Itu artinya kamu mau sembuh, orang diimunisasi ya awalnya sakit dulu, badannya anget, tapi lama-lama ya daya tahan tubuhnya jadi lebih kuat. Kamu pun demikian, kalau hari ini sakit, artinya kamu akan sembuh dan jadi jauh lebih kuat dari sebelumnya. Sabar aja.”

Untukmu yang sampai di penghujung tahun kemarin masih merasakan hal-hal yang tak menyenangkan bahkan menyakitkan, yakinlah bahwa sebentar lagi semua itu akan berubah menjadi hal-hal baik yang tak pernah kamu sangka sebelumnya. Kamu hanya perlu bersabar untuk menjadi lebih baik dari sebelumnya.

Selamat Tahun Baru 2016.

Lelly A. Fitriana

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s